Senin, 26 November 2012
Sejarah | Biografi Aerosmith
Biografi Sejarah
![]() |
Aerosmith |
Aerosmith adalah sebuah band rock terkemuka Amerika. Tiga
dari anggotanya, Steven Tyler, Joe Perry, dan Tom Hamilton awalnya bertemu
di Sunapee, New Hampshire di 60-an, tetapi belum membentuk band
bersama. Pada
tahun 1970, ketiganya memutuskan bahwa mereka akan membentuk sebuah band, dan Boston, Massachusetts menjadi tempat untuk
melakukannya. Kemudian mereka bertemu dengan Joey Kramer (drum) dan Brad Whitford (gitar rhythm).
| Asal | Boston, Massachusetts, Amerika Serikat |
| Genre | Hard rock, heavy metal, Nu Metal,blues-rock[1] |
| Tahun aktif | 1970-sekarang |
| Label | Columbia, Geffen |
| Dipengaruhi oleh | The Joe Perry Project, Whitford/St. Holmes, The Strangeurs/Chain Reaction |
| Situs web | www.aerosmith.com |
| AF1 Official Fan Club |
![]() |
| Aerosmith |
Band
ini menikmati popularitas besar di seluruh tahun 1970-an, dengan
lagu-lagu rock seperti "Dream On" - tapi mereka berpisah 1979-84 karena
penyalahgunaan zat serius dan kecanduan obat yang memberikan kontribusi
penurunan mereka. The Grateful Dead’s Jerry Garcia melaporkan dan mengatakan "Mereka adalah sekelompok anak2 pengobat cowok yang
pernah saya lihat". Jimmy Crespo diganti Joe Perry selama lima tahun tersebut, Namun,
pada tahun 1984, terutama karena upaya tak kenal lelah dari Joe Perry kemudian
manajernya, Tim Collins, mereformasi band, Aerosmith
dilahirkan kembali. Meskipun
desakan klien Perry sendiri menyatakan bahwa itu tidak terpikirkan, Collins
berhasil dalam membantu mengatasi perbedaan band yang lama dan akhirnya
mengatasi kecanduan mereka. Pada tahun 1989, band ini telah benar-benar berhenti penyalahgunaan narkoba mereka. Mereka
pergi untuk menikmati kebangkitan popularitas yang telah membuat mereka
menjadi salah satu top-selling dan band rock paling populer di dunia saat ini. hit terbesar di seluruh dunia mereka adalah "I Don't Want To Miss A Thing," dari film blockbuster-hit "Armageddon".
Bagian dari pembaruan datang dalam bentuk kolaborasi 1986 dengan Run-DMC di atas Rock/ rap versi Walk Way ini. Lagu ini juga menjabat sebagai langkah awal dalam menjembatani kesenjangan antara masyarakat rap dan rock and roll.
Mereka bahkan menyusup dalam Disney Theme Parks di AS dan negara-negara lain dengan sendirinya menaikan gairah 'Rock' n 'Rollercoaster dalam menampilkan Aerosmith'. Melanjutkan rencana pemasaran mereka di mana-mana,melanjutkan sejarah mereka, mereka juga ditampilkan dalam versi mereka sendiri pada permainan populer "Guitar Hero" video game.
Pada tahun 2010, band ini mengalami kemunduran, dan on-lagi, off-lagi, break-up menyusul kecelakaan di panggung di mana Steven Tyler patah tulang, tapi pada pertengahan tahun, tourdates Eropa mengumumkan bahwa band ini dilanjutkan .
Bagian dari pembaruan datang dalam bentuk kolaborasi 1986 dengan Run-DMC di atas Rock/ rap versi Walk Way ini. Lagu ini juga menjabat sebagai langkah awal dalam menjembatani kesenjangan antara masyarakat rap dan rock and roll.
Mereka bahkan menyusup dalam Disney Theme Parks di AS dan negara-negara lain dengan sendirinya menaikan gairah 'Rock' n 'Rollercoaster dalam menampilkan Aerosmith'. Melanjutkan rencana pemasaran mereka di mana-mana,melanjutkan sejarah mereka, mereka juga ditampilkan dalam versi mereka sendiri pada permainan populer "Guitar Hero" video game.
Pada tahun 2010, band ini mengalami kemunduran, dan on-lagi, off-lagi, break-up menyusul kecelakaan di panggung di mana Steven Tyler patah tulang, tapi pada pertengahan tahun, tourdates Eropa mengumumkan bahwa band ini dilanjutkan .
![]() |
| Aerosmith |
Studio albums |
||||
| Tanggal Rilis | Judul | Label | Posisi Billboard | Sertifikasi RIAA |
| 13 Januari 1973 | Aerosmith | Columbia | #21 | 2x Platinum |
| Maret 1974 | Get Your Wings | Columbia | #74 | 3x Platinum |
| 8-Apr-75 | Toys in the Attic | Columbia | #11 | 8x Platinum |
| 31 Mei 1976 | Rocks | Columbia | #3 | 4x Platinum |
| Desember 1977 | Draw the Line | Columbia | #11 | 2x Platinum |
| Nov-79 | Night In The Ruts | Columbia | #14 | Platinum |
| 1 Oktober 1982 | Rock in a Hard Place | Columbia | #32 | Gold |
| Nov-85 | Done with Mirrors | Geffen | #36 | Gold |
| 18 Agustus 1987 | Permanent Vacation | Geffen | #11 | 5x Platinum |
| 12-Sep-89 | Pump | Geffen | #5 | 7x Platinum |
| 20-Apr-93 | Get a Grip | Geffen | #1 | 7x Platinum |
| 18 Maret 1997 | Nine Lives | Columbia | #1 | 2x Platinum |
| 6 Maret 2001 | Just Push Play | Columbia | #2 | Platinum |
| 30 Maret 2004 | Honkin' on Bobo | Columbia | #5 | Gold |
| Anggota |
| Steven Tyler |
| Joe Perry |
| Brad Whitford |
| Tom Hamilton |
| Joey Kramer |
| Mantan anggota |
| Ray Tabano |
| Jimmy Crespo |
| Rick Dufay |
Selasa, 06 November 2012
All That Remains (band)
From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
|
|
This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed. (October 2009) |
| All That Remains | |
|---|---|
All That Remains performing at 2006's Ozzfest. |
|
| Background information | |
| Origin | Springfield, Massachusetts, United States |
| Genres | Metalcore, Melodic death metal |
| Years active | 1998–present |
| Labels | Prosthetic, Razor & Tie |
| Associated acts | Shadows Fall, Killswitch Engage |
| Website | allthatremainsonline.com |
| Members | |
| Philip Labonte Mike Martin Oli Herbert Jeanne Sagan Jason Costa |
|
| Past members | |
| Chris Bartlett Matt Deis Dan Egan Michael Bartlett Shannon Lucas |
|
Contents |
History
Formation, debut album and This Darkened Heart (2000-2005)
Phil Labonte, the vocalist for All That Remains, was originally the vocalist for Shadows Fall and appeared on the cult classic album Somber Eyes to the Sky.[2] After being asked to leave because of "musical differences", Phil focused entirely on All That Remains, a side project he had been working on prior to leaving.[2] Phil has been known to support Boston acts such as Widow Sunday, Bury Your Dead, and Cannae.[2] The band released their debut album, Behind Silence and Solitude on March 26, 2002 through Prosthetic Records.[3] The style of the album differs from their current Metalcore musical style,[4] and more prominently contains elements of melodic death metal. It was also the band's only release featuring the original members Chris Bartlett and Dan Egan.Their second album, This Darkened Heart was released on March 23, 2004 through Prosthetic Records. Produced by Killswitch Engage guitarist Adam Dutkiewicz, the album featured better production compared to its predecessor. The three singles that were released from the album are “This Darkened Heart”, “Tattered on My Sleeve” and “The Deepest Gray”. Music videos were created for all three.
The Fall of Ideals (2006-2008)
Their third album The Fall of Ideals was released on July 11, 2006 through Prosthetic Records. Once again, the album was produced by Adam Dutkiewicz. The album is also considered to be the band’s breakthrough release, as it entered the Billboard 200 charts at number 75, selling almost 13,000 copies in its first week.[5] “This Calling” was released as the album’s first single. Two music videos were created, with one incorporating footage from Saw III (as it was the lead song from the film’s soundtrack). A music video was made for the album’s second single "The Air That I Breathe". The band was also a part of Ozzfest 2006. The song “Six” is featured in Guitar Hero II as an unlockable song . On June 20, 2007, it was announced that The Fall of Ideals had surpassed 100,000 sales in the United States.[6] A music video for the album’s third single “Not Alone” was filmed on July 4 and was released on September 10, 2007. In 2007, they played at Wacken Open Air in Wacken, Germany to a great success.[7] On November 30, 2007, All That Remains released a live CD/DVD album titled All That Remains Live.[8]In early 2008, they embarked on a headlining tour with support from Chimaira and Black Tide with Divine Heresy and Light This City splitting the tour’s opening slot. Five Finger Death Punch, was originally supposed to play but dropped off before the tour started due to vocal problems.[9] Later that summer All That Remains appeared on the Midwestern leg of Van’s Warped Tour 2008.
Overcome (2008-2010)
The band visited Audiohammer Studios in May, 2008 to record their fourth studio album, entitled Overcome, with producer Jason Suecof.[10] The album was released on September 16, 2008, with critics giving it mixed reviews due to its more mainstream sound, many claiming that the band has put focus on catchy melodies rather than technical heavy metal riffs. The song “Chiron” was released as the first single from the album and a video was produced for it.[11] Two singles from the album (“Chiron” and “Two Weeks”) were also released for Rock Band as downloadable content, along with “This Calling”. The band released a video for "Two Weeks" in October.[12] "Two Weeks" was also featured as a free playable download on the popular iPhone OS game, Tap Tap Revenge 2.[13] On June 10, All That Remains started touring on the Rockstar Mayhem Festival, playing the Jägermeister stage along with God Forbid and headliners Trivium.[14][15]On April 12, 2009, Phil Labonte posted on his Twitter that he was recording something in the studio on that same day with (at least) Oli and Mike.[16] This turned out to be the acoustic version of “Forever in Your Hands”.[17]
On June 29, 2009, drummer Jason Costa broke his hand. The band temporarily recruited drummer Tony Laureano (Dimmu Borgir, Nile) to honor their commitment to the 2009 Rockstar Energy Mayhem Festival.[18]
On September 29, 2010, All That Remains announced “The Napalm & Noise Tour”, which will take place from November 23 December 21. They will co-headline it with The Devil Wears Prada, and be supported by Story of the Year and Haste the Day.[19]
On October 7, 2009, All That Remains released the music video for their single “Forever in Your Hands”.[20] Also released on this day was a free download of the Japan bonus track "Frozen" from Overcome.
In January, 2011, All That Remains won top honors in the Hard Rock/Metal category in the 9th Annual Independent Music Awards for the album.
For We Are Many (2010-2011)
All That Remains announced plans to start recording another album, which began in April 2010.[21] The band later confirmed it to be released later in the year with Adam Dutkiewicz as the chosen producer.[22] The album was released on October 12, 2010.[23]On June 8, 2010, All That Remains premiered the title track "For We Are Many" during a show in Burlington, VT under the working title of "Dem Trims".[citation needed] From August 18 through September 6, a free download of the title track, "For We Are Many", was available on the band’s website after subscribing to their mailing list.
On October 6, 2010, All That Remains released a music video for the single "Hold On".[24]
“For We Are Many” debuted at number 10 on the Billboard 200, selling a little over 29,000 copies in its first week.[25]
A music video was released for “The Last Time” on April 1, 2011.
All That Remains took part in the Share the Welt Fall tour with Hatebreed, Rains and Five Finger Death Punch.
A War You Cannot Win (2012-present)
On January 25, 2012, vocalist Phillip Labonte stated via Facebook that the band were working on new material. On June 21, they revealed that their upcoming sixth studio album is titled A War You Cannot Win.[26] On August 13, 2012, Labonte uploaded "Down Through the Ages" to YouTube.[27] All That Remains released the album cover to the album August 23. On August 27, the first single "Stand Up" was released on the radio. On August 29, All That Remains released the Official Lyric video to "Stand Up", which can be seen on YouTube.[28] The band has also released a free track of "Down Through the Ages" off their website from the upcoming album A War You Cannot Win which is set to be released on November 6, 2012.[29]Senin, 05 November 2012
Sejarah Band Led Zeppelin
Led Zeppelin adalah band Rock dari London, Inggris, yang dibentuk oleh Jimmy Page (gitar) pada tahun 1968 dengan nama awal “The New Yardbirds“, berdasarkan pada nama band Jimmy Page sebelumnya, “The Yardbirds“.
Dengan musiknya yang menonjolkan suara gitar yang unik, keras dan berat, campuran pengaruh Blues, Folk dan diberi nuansa Rock, Led Zeppelin dianggap sebagai salah satu nenek moyang Heavy Metal dan Hard Rock.
Led Zeppelin bubar setelah John Bonham (drum) meninggal pada 1980. Namun demikian musik-musiknya melegenda dan tetap dicintai pengemarnya.
Album Led Zeppelin telah terjual lebih dari 300 juta keping di seluruh dunia, termasuk 111.5 juta unit bersertifikat di Amerika Serikat, membuat Led Zeppelin menjadi salah satu band paling laris sepanjang masa. Semua album Led Zeppelin mencapai 10 puncak tangga lagu Billboard di Amerika Serikat. Led Zeppelin juga mendapatkan peringkat pertama pada “VH1’s 100 Greatest Artists of Hard Rock“.
Banyak musisi terkenal dan band dari berbagai genre telah mengakui pengaruh musik Led Zeppelin. Antara lain Black Sabbath, Judas Priest, Iron Maiden, Venom, Metallica, Megadeth, Guns N’ Roses, AC/DC, Rush, KISS, Soundgarden, Queen, Van Halen, Red Hot Chili Peppers, Audioslave, Nickelback, Def Leppard, Rainbow, Pearl Jam, Aerosmith, Whitesnake, Alice Cooper, Madonna, The White Stripes, Smashing Pumpkins, Lynyrd Skynyrd, Motley Crue, Boston, Dinosaur Jr., The Cult, Heart, Cheap Trick, Tori Amos, The Black Crowes, Queens of the Stone Age, Shakira, Ben Harper, Velvet Revolver, Dio, Beastie Boys, Katie Melua, Gabriella Cilmi, B’z, Junoon, dan masih banyak lagi.
Led Zeppelin, “The Heaviest Band of All Time“, “Band terbesar tahun 70-an“, “Band Rock paling abadi dalam sejarah“.
Anggota :
Jimmy Page - Gitar
Robert Plant - Vokal, Harmonika
John Paul Jones - Bas, Keyboards
John Bonham - Drum
Kamis, 01 November 2012
sejarah transformers
Untuk kegunaan lain dari Transformers, lihat Transformers (disambiguasi).
Perang abadi Autobots yang dipimpin Optimus Primevs. Decepticons yang dipimpin Megatron. | |
| Penulis | Hasbro/Takara |
|---|---|
| Ilustrator | Jim Shotter, Dennis O’Neil, Bob Budiansky, Aaron Archer |
| Negara | |
| Bahasa | Inggris/Jepang |
| Subyek | Fiksi ilmiah |
| Genre | Laga/Petualangan |
| Penerbit | Marvel Comics IDW Publishing Dreamwave Productions BotCon Exclusives |
| Tanggal terbit | 1984–sekarang |
Transformers adalah sebuah waralaba media populer tentang robot alien fiksi ciptaan Hasbro.[1] Mereka berasal dari planet Cybertron, dan mempunyai dua grup utama. Pertama adalah grup heroik Autobots yang dipimpin oleh Optimus Prime/Rodimus Prime dan grup penjahatDecepticons yang dipimpin oleh Megatron/Galvatron. Mereka semua memiliki kemampuan untuk berubah dan menyesuaikan bentuk tubuh mereka dengan beragam model benda-benda yang ada di Bumi, seperti kendaraan darat, pesawat terbang, hewan, dan alat-alat elektronik modern (contohnya handphone dan CD player). Karena itu pula, mereka dapat mengubah massa berat tubuh mereka sendiri (seperti membesar atau mengecil), atau beberapa hal lain seperti bergabung menjadi satu dengan robot yang lain. Semboyan Transformers yang paling terkenal adalah:More Than Meets the Eye dan Robots in Disguise. Semua seri dan franchise Transformers yang ada saat ini merupakan sekuel yang berbasis dari versi original tahun 1984 yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Cerita Transformers yang terbesar adalah Transformers: Generation 1, yang ditampilkan dalam bentuk serial TV dan komik yang dikarang oleh Marvel, dengan dua versi lain di Jepang dan Inggris. Sekuelnya adalah Transformers: Generation 2, dan Beast Wars. Kemudian di awal 2000 muncul beberapa seri lain yaitu Robots in Disguise dan Unicron Trilogy. Selain itu, film live-action juga muncul pada 2007 lalu dan disusul sekuelnya yang berjudul Revenge of the Fallen pada 2009. Sampai saat ini seri terbaru dari Transformers adalah serial The Animated besutanCartoon Network.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting]Awal mula
[sunting]Generasi 1 (1984-1992)
Generasi 1 (G1) merupakan serial perdana Transformers yang dirilis pada 1984. Sebenarnya basis asli Transformers adalah serial mainan Jepang tahun 1970-an, Microman dan Diaclone, dimana di mainan-mainan tersebut, yang dalam bentuk robot digambarkan bisa berubah menjadi sesuatu hal seperti mobil, alat-alat, dan binatang.
Hasbro kemudian berhasil membeli hak paten dari Diaclone Toys, dan kemudian menjual sebagian hak patennya kepada Takara dari Jepang.[2]Sebelumnya Jim Shotter dan Dennis O’Neil dipecat dari Hasbro, padahal mereka berdualah yang berjasa menciptakan robot Autobots, Optimus Prime.[3] Setelah itu beberapa karakter robot Transformers lain dibuat oleh Bob Budiansky.[4]
Konsep utama dari G1 adalah pertarungan abadi antara Autobots pimpinan Optimus Prime melawan Decepticons pimpinan Megatron. Dimana saat mereka bertarung di luar angkasa, pesawat mereka (The Ark dan The Nemesis) tertarik gaya gravitasi Bumi, dan akhirnya mendarat di Bumi zaman pra-sejarah, sebelum akhirnya para Transformers tersebut bangkit kembali pada tahun 1984.[5]
Serial TV Transformers yang dibuat pertama kali tahun 1984 diproduksi oleh Sunbow Productions, dengan mengambil jalan cerita yang berbeda dari karya Bob Budiansky. Kebanyakan jalan ceritanya mengambil dari komik Marvel. Ddalam versi ini, perbedaan antara serial TV dengan komik adalah:Shockwave loyal pada Megatron di TV,[6] sementara di komik ia adalah pemimpin Decepticons. Lainnya, Dinobots adalah sub-grup Autobots, sementara di komik mereka adalah independen.[7] Decepticons beralih menjadi Autobots (Jetfire alias Skyfire), Constructicons yang bisa bergabung menjadi Devastator, dan si raksasa Omega Supreme. Dalam komik Marvel, Optimus Prime diciptakan dari Creation Matrix, namun lucunya di serial TV season dua, yang mencitpakan Optimus Prime adalah Alpha Trion dengan memakai super komputer Vector Sigma.
Pada tahun 1986 film teater perdana Transformers berjudul The Transformers: The Movie dirilis. Dengan jalan cerita pada tahun 2005. Dalam film ini, Matrix milik Optimus Prime berpindah tangan ke Ultra Magnus dikarenakan Optimus tewas. Selanjutnya sang pemakan planet, Unicron menggunakan kekuatannya untuk menolong Megatron dan mengubahnya menjadi Galvatron, dan kemudian Rodimus Prime muncul, dengan memakai Matrix warisan Optimus Prime. Ia lantas menghancurkan Unicron.[8][9]
Di season ketiga yang berbasis dari The Movie, Quintessons muncul sebagai pencipta semua Transformers di Cybertron yang mereka sebut sebagai pabrik.[10] Quintessons sebenarnya tidak mau robot ciptaan mereka menjadi mempunyai kecerdasan, dan karena sesuatu hal, robot-robot ciptaan Quintessons akhirnya memiliki perasaan dan kekuatan. Mereka lah yang kini kita kenal dengan Autobots dan Decepticons. Di akhir season ketiga, Optimus Prime berhasil bangkit dari kematian dan menjadi pemimpin Autobots kembali.[11]
Namun di Jepang, dengan pebedaan kultur dan juga jalan cerita, versi AS tidak dirilis secara resmi, dan mereka kemudian membuat lagi beberapa serial Transformers, seperti The Headmasters,Super-God Masterforce, Victory, dan Zone. Meskipun begitu di AS, versi karya Marvel tetap dilanjutkan dalam bentuk komik, dengan mengetengahkan Grimlock yang menjadi pemimpin Autobots setelah Optimus Prime dan Megatron tewas.
Sementara di versi Inggris, jalan cerita tampil berbeda dari AS dan Jepang. Di Inggris, Primus menjadi pencipta dari semua Transformers, dan menjadi rival abadi dari Unicron. Perbedaan lainnya adalah, di versi AS jumlah komik yang diterbitkan mencapai 80 edisi, sementara di Inggris mencapai 332 edisi.
[sunting]Generasi 2 (1992-1995)
Versi ini merupakan versi lanjutan dari G1. Dirilis pertama kali tahun 1993 dengan jumlah buku komik mencapat 12 edisi. Sementara di versi Inggris, ada lima edisi. Cerita yang diketengahkan adalah Transformers yang aseksuali, dan kemudian dihentikan oleh Primus. Selanjutnya, sebuah koloni, entah Autobots atau Decepticons, tampil dan menjadi jalan cerita utama komik G2, jauh sebelum perang antara Optimus Prime melawan Megatron.
[sunting]Beast Wars/Machines (1996-2001)
Kontradiksi dengan versi G1, di serial TV 1996, Beast Wars, tampil dua grup jauh sebelum munculnya Autobots dan Decepticons. Mereka adalah grup heroik Maximals (pimpinan Optimus Primal) dan Predacons (pimpinan Megatron). 300 tahun setelah perang besar, dua grup ini mendarat dengan darurat di sebuah planet mirip Bumi, namun dengan dua satelit alam dan energon dengan level tinggi. Bentuk alternatif robot-robotnya juga memakai bentuk hewan.[12] Merujuk pada Bob Forward dan Larry DiTillio, setelah mereka mempelajari G1, mereka lantas berkeinginan untuk membuat sebuah cerita seri Transformers dengan memakai unsur sejarah purba.[13] Dan oleh sebab itulah, Beast Wars termasuk dalam G1, yang muncul dalam kartun dan komik karya Marvel. Di akhir season satu, salah satu satelit alam planet yang mirip Bumi tersebut dihancurkan.
Sebagai akibat dari penghancuran satelit kedua, adalah energi misterius yang muncul dalam beberapa karakter transmetal, dan planet kemudian di sebut sebagai Bumi prasejarah. Ini menggiring kita kepada The Ark dan The Nemesis dimana Megatron berencana membunuh Optimus Prime.[14]Namum di akhir season ketiga, Primal memimpin tim untuk mencari spark. Dalam dua season awal, Cybertron adalah sebuah planet organic, dengan Megatron yang berencana untuk menghancurkannya.
Namun perbedaan kembali muncul di Jepang, ketika serial Transformers versi Kanada (Beast Wars bukan buatan dari Amerika Serikat), hanya datang dengan 13 episode, mereka merasa terlalu pendek, dan terlalu lama untuk menunggu yang baru, akhirnya sambil mereka menunggu versi Kanada, mereka lantas membuat dua serial TV eksklusif Jepang, sekarang kita kenal dengan nama Beast Wars II dan Beast Wars Neo, untuk mengisi slot waktu impor Kanada ke Jepang.[15]
[sunting]Transformers: Universe
[sunting]Robots in Disguise (2000-2002)
Ini merupakan kali pertama serial Transformers diimpor dari Jepang untuk kawasan AS, dengan jumlah episode 39. Sementara dalam versi komik, AS tetap punya peranan utama sebagai induk pencipta Transformers. Robots in Disguise diimpor dari Jepang ke AS pada 2001. Dalam cerita ini, Megatron menciptakan Decepticons sebagai sub-grup dari Predacons, dengan cerita yang disebut-sebut orang merupakan kelanjutan dari Beast Wars/Machine. Selanjutnya beberapa karakter dari Robots in Disguise tampil dalam Transformers: Universe, diantaranya adalah Optimus Prime, Side Burn, dan Prowl.
[sunting]Unicron Trilogy (2002-2006)
Tiga buah serial baru, yang kemudian disebut sebagai Unicron Trilogy oleh salah satu kreator Transformers, Aaron Archer.[16] Ketiga serial tersebut adalah, Armada, Energon, dan Cybertron. Serial ini merupakan serial produksi bersama Hasbro (AS) dan Takara (Jepang), dan karena itulah, serial ini dirilis secara bersamaan di dua negara tersebut.
Armada mengisahkan tentang Autobots dan Decepticons yang menemukan Mini-Cons di Bumi, dengan beberapa diantaranya merupakan senjata dari Unicron. Energon diset 10 tahun kemudian, dengan Autobots yang menghentikan usaha Decepticons dari kebangkitan Unicron dengan energon.
Lagi-lagi perbedaan muncul di Jepang, ketika Transformers: Cybertron muncul berbeda dengan versi AS. Ini menyebabkan perbedaan mendasar ketika Hasbro menjual serial Cybertron sebagai kelanjutan dari Armada dan Energon. Beberapa plot diganti oleh pihak Jepang, namun intinya masih sama, meneruskan cerita seputar Unicron.
Satu pertanyaan mungkin muncul di kepala kita, kenapa di sebut Unicron Trilogy? Karena di ketiga serial tersebut hampir semuanya menceritakan tentang Unicron. Bahkan dengan tidak memasukan unsur cerita di G1, Unicron adalah tokoh utama yang sepak terjang kejahatannya sama dengan yang di G1, sebagai pemakan planet dan penghancur planet.
Jika di versi G1 komiknya didominasi oleh Marvel, maka di versi serial ini, Dreamwave Productions menjadi penerbit resmi komik Transformers. Pertama adalah Armada yang dibuat dalam 18 seri, dengan cerita yang berbeda dengan versi serial TV. Kemudian mulai edisi 19 pihak Dreamwave menyebutnya sebagai Energon. Sayangnya Dreamwave keburu bangkrut, sampai-sampai cerita yang dibuat tidak sampai 30 edisi. Namun beberapa fans menyebut edisi-edisi terakhir komik Dreamwave sebagai era Transformers: Cybertron.[17]
[sunting]The Universe (2003-2006)
Diset sebagai lanjutan dari Beast Machine dan disisipi pula beberapa alur cerita dari Robots in Disguise, dengan beberapa karakter yang sama (seperti misalnya Optimus Prime) dan beberapa karakter-karakter yang baru. Ceritanya tertuang dalam bentuk buku komik yang tidak jelas akhir ceritanya, dan kini ada di Klub Kolektor Transformers yang resmi.
[sunting]Franchise film (2007-…)
Film Transformers versi nyata (bukan kartun) disutradarai oleh Michael Bay. Sementara cerita dibuat oleh Roberto Orci dan Alex Kurtzman. Fokus utama cerita film ini adalah Cybertron yang menyebabkan perang antara Autobots dan Decepticons, dimana dalam film ini yang tersebut adalah Allspark.
Film ini menceritakan Allspark sebagai kubus yang mempunyai energi besar dan dalam menciptakan kehidupan dari benda-benda mekanis. Dalam perang sipil di Cybertron, Allspark secara tidak sengaja terkirim ke Bumi, dan kemudian ditemukan oleh pemerintah AS. Kemudian Hoover Dam dibangun sebagai tempat super rahasia sebagai riset dari pemerintah. Megatron sebenarnya berhasil menyusul Allspark ke Bumi, namun ia jatuh dan mengalami kecelakaan di Artik dan kemudian membeku akibat suhu Artik sebagai kutub utara Bumi. Beberapa tahun kemudian ia berhasil ditemukan, dan disimpan di tempat yang sama dengan Allspark. Autobots kemudian juga menyusul ke Bumi dan mencari Allspark. Film ini kemudian menceritakan kehancuran Allspark, dan menyebabkan Autobots tidak bisa lagi kembali ke Cybertron dan mereka sepakat menjadikan Bumi sebagai rumah baru mereka.
Dalam versi komik, untuk mendukung cerita film IDW Publishing menerbitkan Transformers: Movie Prequel. Dalam komik ini Optimus Prime menyebut Megatron sebagai saudara, yang kemudian dijelaskan selanjutnya bahwa Optimus dan Megatron adalah pemimpin bersama Cybertron sebelum kelakuan Megatron berubah. Optimus kemudian mengirim Allspark ke Bumi, dan berencana akan menghancurkan Megatron.
Selain dalam komik, muncul juga novel berjudul Transformers: Ghosts of Yesterday, dimana Starscream sangat iri dan benci kepada Megatron, dan ia mencari-cari kemana Megatron pergi. Setelah tidak dapat ditemukan, ia langsung mengklaim diri sebagai pemimpin Decepticons, dan menerangkan kepada kita perkataan di film oleh Megatron: "You failed me yet again, Starscream." (arti bahasa Indonesianya: "Kamu mengecewakan aku sekali lagi, Starscream!"). Blackout digambarkan loyal kepada Megatron dalam film ini, dengan perkataannya: "All hail Megatron!" Namun novel ini banyak kontradiksinya dengan film ketika badan Megatron yang beku dipindahkan ke Hoover Dam pada 1969, sementara di film disebutkan Megatron diangkut ke Hoover Dam pada 1930-an.[18][19]
Selanjutnya dalam Revenge of the Fallen, Megatron kembali dibangkitkan oleh grup Constructicons, dimana ia juga harus tunduk pada The Fallen sebagai pemimpin tertinggi Decepticons. Dari Autobots, Optimus Prime sempat tewas akibat serangan Megatron, dan mengingatkan kita pada jalan cerita di G1, selanjutnya dengan memakai Matrix dan sebagian tubuh dari Jetfire, Optimus kembali bangkit. Cerita di Revenge of the Fallen merupakan penggabungan dari Transformers G1, Transformers: Unicron Trilogy, dan sebagian lagi dari Transformers: Animated
Berbasis dari novel IDW, Michael Bay berencana untuk mengembangkan franchise film Transformers sebanyak mungkin, bahkan kalau bisa seperti James Bond atau Harry Potter.[20]
[sunting]Transformers: Animated (2008-…)
Stasiun TV kartun, Cartoon Network memproduksi Transformers: Animated, yang mulai disiarkan di beberapa stasiun TV di dunia mulai akhir 2007 lalu hingga saat ini. Nama aslinya sebenarnya adalah Transformers: Heroes.[21] Animated di set di kota Detroit pada abad 22, ketika robot dan manusia hidup berdampingan.[22][23] Basis cerita di serial Transformers: Animated merupakan penggabungan antara Transformers versi film 2007 dan Transformers G1 di era 1980-an.
Sampai saat ini, baru tiga season dari Transformers: Animated yang dirilis. Rumor menyebutkan di 2010 nanti season keempat dari serial ini akan dirilis. Tapi pada pertengahan 2009, seri ini dihentikan dengan alasan yang tidak jelas.
[sunting]Hal lain
[sunting]Perbandingan dengan franchise lain
Transformers, seperti kebanyakan franchise media lain, merupakan salah satu ikon fiksi era modern. Di dunia, franchise Transformers berada di peringkat tiga dibawah Harry Potter dan James Bond. Sementara jika dihitung dari alur cerita, Transformers menempati posisi dua dibawah James Bond dan diatas Pokémon sebagai salah satu dari tiga cerita fiksi yang alur jalan ceritanya masih terus di update sesuai perkembangan zaman. Jika James Bond memegang image orang kaya berpendidikan tinggi, dan Pokémon mengusung gaya pop, maka Transformers sering disebut sebagai pembawa ikon alternative.
[sunting]Penghargaan
Optimus Prime sebagai ikon utama Transformers dari Autobots, merupakan satu-satunya pemimpin fiksi yang banyak menjadi idola para pemimpin negara-negara di dunia. Salah satu penyebabnya adalah ketegasan dan dedikasinya bagi Autobots. Sehingga pernah dalam salah satu episode Transformers G1, Rodimus Prime berkata: Sulit bagi kita semua untuk bisa menyamai Optimus Prime dalam hal kepemimpinan. Sebagai wujud penghormatan kepada Optimus Prime, sebuah patung Optimus Prime setinggi 12 meter, ditemukan di Provinsi Yunnan,China, tepatnya di kota Kunming. Transformers telah masuk ke China sejak tahun 1990, dan menjadi tayangan TV favorit disana. Patung ini dibuat untuk mengingatkan generasi muda China agar kelak tampil menjadi pemimpin dengan dedikasi tinggi seperti Optimus Prime.
Sementara itu, Megatron yang menjadi tokoh antagonis utama dalam Transformers (dari Decepticons), dinobatkan sebagai salah satu diktator paling legendaris didunia. Dalam majalah Wizard, posisi Megatron adalah di posisi 68 dari 100 diktator legendaris dunia (baik yang dari dunia nyata, maupun dari dunia fiksi). Selain Megatron, salah satu karakter Transformers yang lain yaituBlurr, mencatat sejarah dengan masuk sebagai nomor satu dalam majalah Forbes. Ini terjadi setelah majalah tersebut menobatkan Blurr sebagai fastest fictional car pada tahun 2008 dengan kecepatan 800mph.
[sunting]Kontroversi
Salah satu kontroversi yang paling sering diperdebatkan dalam Transformers adalah soal hak cipta karakter. Berbeda dengan Pokemon yang hampir semuanya asli dari Jepang dan kemudian diberikan versi English-nya, di Transformers baik versi Jepang (Takara) maupun versi Amerika Serikat (Hasbro) secara umum adalah berdiri sendiri dan tidak bekerjasama secara umum. Dan bahkan gara-gara masalah itulah, sering terjadi kebingungan antara fans Transformers jika melihat mainan Transformers versi Jepang dan versi AS. Walaupun dijual dengan nama yang sama misalnya, tetapi skema warna dan keterangannya selalu berbeda. Hingga saat inipun, pihak Transformers versi Jepang dan Transformers versi AS belum bisa menyatukan pendapatnya secara umum.
Di Sydney, Australia, mainan Megatron sempat disweeping oleh pihak berwenang karena bentuk Megatron sebagai replika pistol Walther P38 bisa diubah oleh pemiliknya menjadi pistol sungguhan yang berbahaya. Alhasil semua mainan miniatur Megatron di Australia harus mempunyai izin kepolisian jika Anda membeli mainan tersebut ditoko mainan. Kemudian di beberapa bandara di Amerika Serikat, para turis yang membeli mainan Megatron dalam bentuk pistol harus kecewa setelah oleh-oleh mereka tersebut disita oleh pihak kepolisian bandara, lagi-lagi karena bentuk Megatron sebagai pistol yang diyakini bisa dipakai untuk senjata api sungguhan. Setelah melihat hal tersebut, pihak Hasbro kemudian membuat model lain dari mainan Transformers. Megatron kemudian tampil dalam bentuk mainan tank M1A1 Abrams. Selain tentunya bentuk jet Cybertronian dalam film Transformers 2007.
Langganan:
Postingan (Atom)





